Sabtu, 19 Januari 2013

TUGAS KELOMPOK SPK (METODE SAW)


SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
untuk Menentukan Pemilihan Jurusan Bagi Calon Siswa Baru di SMK Menggunakan Metode SAW (
Simple Additeve Weighting)

Oleh :

              1.Azizah Agustina (a12.2009.03574)
              2.Lia Lis S             (a12.2009.03594)
              3.Istriana               (a12.2009.03607)
kelompok : A12.4705

FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2012

1.      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Lembaga pendidikan setiap tahunnya terus berusaha meningkatan mutu pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan harapan lulusannya dapat memiliki ketrampilan dan keahlian lebih dibandingkan sekolah sederajat, hal tersebut dilakukan demi meningkatkan kualitas lulusan sehingga siap memasuki dunia kerja. Antusias siswa lulusan SMP untuk masuk SMK cukup besar,tetapi kebanyakan mereka kurang matang untuk memilih jurusan yang ada sesuai kemampuannya,akibatnya cukup banyak siswa baru yang gagal di tengah jalan ketika mereka sudah diterima di SMK,banyak juga kasus siswa yang merasa tidak cocok dengan jurusan yang dipilihnya ketika ia telah memperoleh pelajaran disekolah.
Jumlah jurusan yang ada pada SMK tersebut terdiri dari tiga jurusan yaitu jurusan akuntansi, administrasi perkantoran, dan multimedia. Pemilihan masing-masing jurusan didasarkan pada ketentuan nilai yang disyaratkan pada masing-masing jenis jurusan.
Berdasarkan hal tersebut untuk membantu penentuan dalam pemilihan jurusan seorang siswa,maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan dengan metode SAW (Simple additive weighting) dengan kriteria-kriteria  yang telah ditentukan.
1.2  Perumusan Masalah
Bagaimana merancang sebuah sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk menentukan pemilihan jurusan di SMK berdasarkan bobot dan kriteria yang sudah ditentukan.
1.3  Batasan Masalah
Pembuatan SPK dalam menentukan pemilihan jurusan bagi calon siswa baru di SMK.
1.4  Tujuan
Sistem pendukung keputusan yang dibuat diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi jurusan bagi calon siswa baru di SMK  sehingga mempermudah tim penjurusan untuk mendapatkan jurusan yang tepat berdasarkan kemampuan yang dimiliki calon siswa baru.


1.      LANDASAN TEORI
           2.1 Sistem Pendukung Keputusan
Menurut Raymond McLeod (1998), Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manager pada berbagai tingkatan[6]. Menurut Litle, Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur dengan menggunakan data dan model .
Secara Umum, Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan, baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur. Sedangkan secara Khusus, Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manager maupun sekelompok manager dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.
1.2  Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM)
         Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Inti dari FMADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif yang sudah diberikan. Pada dasarnya, ada 3 pendekatan untuk mencari nilai bobot atribut, yaitu pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrasi antara subyektif & obyektif. Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada pendekatan subyektif, nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pada pendekatan obyektif, nilai bobot dihitung secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambil keputusan.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah FMADM. antara lain:
a.       Simple Additive Weighting Method (SAW)
b.      Weighted Product (WP)
c.       ELECTRE
d.      Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
e.       Analytic Hierarchy Process (AHP).
1.3  Metode Simple Additeve Weighting
Metode SAW sering dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW dapat membantu dalam pengambilan keputusan suatu kasus, akan tetapi perhitungan dengan menggunakan metode SAW ini hanya yang menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif yang terbaik. Perhitungan akan sesuai dengan metode ini apabila alternatif yang terpilih memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Metode SAW ini lebih efisien karena waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan lebih singkat.
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.

Dimana π‘Ÿπ‘–π‘— adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif 𝐴𝑖 pada atribut 𝐢𝑗 ; i=1,2,…,m dan j=1,2,…,n. nilai prefesensi untuk setiap alternatif (𝑉𝑖) diberikan sebagai :
𝑉𝑖 = π‘€π‘—π‘Ÿπ‘–π‘—π‘›π‘—=1 ………………….(2.2)
Nilai 𝑉𝑖 yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif 𝐴𝑖 lebih terpilih.
Sedangkan untuk kriterianya terbagi dalam dua kategori yaitu untuk bernilai positif termasuk dalam  kriteria keuntungan dan yang bernilai negatif termasuk dalam kriteria biaya.
Keterangan :
A : Alternatif
C : Kriteria
W : Bobot Preferensi
V : Nilai preferensi untuk setiap alternatif
                   X : Nilai Alternatif dari setiap kriteria
                        Tahapan Metode SAW
1.        Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu C1.
2.        Menentukan  rating  kecocokan  setiap  alternatif   pada  setiap  kriteria.
3.        Membuat  matriks  keputusan  berdasarkan  kriteria  (C1),  kemudian melakukan  normalisasi  matriks  berdasarkan persamaan  yang disesuaikan  dengan  jenis  atribut sehingga  diperoleh  matriks ternormalisasi  R.
4.        Hasil  akhir  diperoleh  dari  proses  perankingan  yaitu  penjumlahan  dari perkalian  matriks  ternormalisasi  R  dengan vector  bobot  sehingga diperoleh  nilai  terbesar  yang  dipilih sebagai  alternatif  terbaik  (A1) sebagai  solusi. 



3.PEMBAHASAN
3.1  Analisa Keputusan
1.   Menentukan kriteria penilaian.
                            kriteria  yang  telah  ditentukan  yaitu  :
1.     Nilai  Matematika  (C1)
2.     Nilai Bahasa Indonesia (C2)
3.     Nilai Bahasa Inggris (C3)
4.     Nilai IPA (C4)
5.     Nilai TIK (C5).
                               Dari  kriteria  tersebut,  maka  dibuat  suatu  tingakat  kepentingan  kriteria 
berdasarkan  nialai  bobot  yang  telah  ditentukan  kedalam  bilangan  fuzzy. Rating  kecocokan  setiap  alternatif pada  setiap  kriteria  sebagai  berikut :
                   Sangat  Rendah  (SR)     = 0
                   Rendah  (R)  = 0,25
                   Cukup  (C)  = 0,5
                   Tinggi  (T)  = 0,75  
                   Sangat  Tinggi  (ST)  = 1
                             KASUS
                     perhitungan manual dengan kasus seorang calon pendaftar (amar), dengan 
                     memiliki data   sebagai berikut :

Berdasarkan  data  pendaftar  diatas   dapat  dibentuk   matriks  keputusan X sebagai  berikut :
Rating kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria

Vektor bobot : W = [ 5, 4, 5, 4, 4]

Membuat matriks keputusan X, dibuat dari tabel kecocokan sebagai berikut: 



           Normalisasis  matriks X  untuk  menghitung  nilai  masing-masing  kriteria 

                Dari hasil r11 sampai r35 maka dibuatkan normalisasi matrik R
          Selanjutnya  akan  dibuat  perkalian    matriks W * R dan penjumlahan  hasil  perkalian  
         untuk memperoleh  alternatife  terbaik  dengan  melakukan   perangkingan  nilai  terbesar  
         sebagai  berikut : 
         A1 = (5)(1) + (4)(0,5) + (5)(1) + (4)(1) + (4)(1) 
               = 20

        A2 = (5)(1) + (4)(1) + (5)(0,5) + (4)(0,6667) + (4)(1) 
              = 18,17
        A3 = (5)(1) + (4)(1) + (5)(1) + (4)(0,66667) + (4)(0,21) 
              = 20,67
       dengan    demikian   alternatif   A3    (Multimedia)  adalah  alternatif  yang  terpilih  sebagai  pilihan  
       jurusan terhadap calon siswa tersebut (Amar).


4.KESIMPULAN

  1. Hasil  dari  perhitungan  sistem  merupakan  perangkingan  nilai  tertinggi  ke  rendah  dan  nilai  tertinggi  merupakan  hasil  yang  dibutuhkan  sebagai  bahan  pertimbangan  oleh  user  untuk  menentukan pemilihan jurusan diSMK.
  2. Sistem  yang  dibangun  hanya  sebagai  alat  bantu  untuk  memberikan  informasi  kepada  user  sebagai  bahan  pertimbangan  dalam  mengambil  keputusan. 



5. DAFTAR PUSTAKA
   [1] Nandang, hermanto, Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode simple additive
       weighting(SAW) untuk menentukan jurusan pada SMK ,TI AMIKOM Purwokerto
   [2] Kadir, Abdul, Dasar Perancangan dan Implementasi. Andi Offset, Yogyakarta, 2009
   [3] Kusrini, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan, Andi Offset, Yogyakarta, 2007
   [4] Kusumadewi, S dan Purnomo, H, Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan. Edisi  
        kedua, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2004
   [5] Kusumadewi, S. Hatati, S. Harjoko, A. dan Wardoyo, R, Fuzzy Multi-Attribute Decision Making
        (FUZZY MADM), Graha Ilmu, Yogyakarta, 2006
   [6] Turban, E, Decision Support and Intelligence Systems, Pearson Education, Inc, 2005
   [7] Ilyas, asmidirProspek Sekolah Megnengah Kejuruan (SMK) Bagi Tamatan SLTP, FIP IKIP
Silahkan download cara perhitungan saw manual dengan excel






Jumat, 16 November 2012

Sweet Bross

Gracy
color by request
panjang 7cm, IDR 7500

Batik star 1(BS1)
bahan : cotton 
ukuran diameter 5 cm, IDR 5rb
Batik star 10(BS10)
bahan : cotton 
ukuran diameter 5 cm, IDR 5rb
Batik star 2(BS2)
bahan : cotton 
ukuran diameter 5 cm, IDR 5rb
Batik star 3(BS3)
bahan : cotton 
ukuran diameter 5 cm, IDR 5rb

Rabu, 24 Oktober 2012

TOOL MANAJEMEN PROYEK


Ada beberapa tool manajemen proyek.. diantaranya :

1.      Prince2
            Projects in Controlled Environments (PRINCE) disusun sebagai metode terstruktur dalam pengelolaan proyek TI secara efektif yang dipublikasikan dalam satu dokumen yang dikenal sebagai Managing Successful Projects With PRINCE2.
PRINCE2 dipublikasikan pertama kali pada tahun 1996 sebagai respon atas kebutuhan pengguna yang memerlukan adanya panduan dalam manajemen proyek di segala jenis proyek, tidak hanya bagi proyek-proyek di bidang TI (teknologi informasi).
            Tujuan utama dari PRINCE2 adalah mendefinisikan sebuah metode manajemen proyek  yang meliputi seluruh bagian dan aktivitas yang perlu dilaksanakan dalam sebuah proyek. Sedangkan target organisasi yang dituju dari metode ini adalah setiap jenis maupun besaran lembaga.
            Fokus mendasar dari PRINCE2 adalah pada pengelolaan kasus bisnis yang memberikan    gambaran rasional dan penilaiannya untuk proyek yang sedang dilaksanakan. Kasus-  kasus bisnis tersebut membimbing seluruh proses manajemen proyek dari mulai inisial persiapan proyek hingga penyelesaiannya.
                        PRINCE2 dalam penerapannya selalu menyertakan subyek berikut yang     mengikuti kasus-kasus bisnis yaitu:
a.       Membangun pengertian mendasar atas proses, tanggung jawab dan standar penilaian untuk manajemen proyek
b.      Menyediakan pendekatan yang konsisten dalam manajemen proyek tanpa membedakan jenis proyeknya
c.       Memastikan keterlibatan aktif dari para pengguna dan pemegang kebijakan
d.      Memastikan fokus pada tujuan selama pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek
e.       Pengadopsian best-practice dari manajemen proyek yang sudah teruji
PRINCE2 memiliki dua tingkat sertifikasi profesional untuk perseorangan yaitu:

a.       Foundation Certificate : Ujiannya dilaksanakan dalam satu jam yang meliputi 75 pertanyaan pilihan berganda.
b.      Registered Practitioner : Ujiannya dilaksanakan dalam tiga jam yang meliputi tiga kasus berbeda dalam 150 pertanyaan pilihan berganda. Untuk dapat lulus minimal harus lulus 75 pertanyaan yang dapat dilakukan dengan sistem open book.
Secara spesifik, PRINCE2 merupakan standar dalam manajemen proyek TI dan tidak memiliki arah secara khusus pada manajemen TI atau/dan tata-kelola TI (IT governance).

            Sebuah bahasa untuk menetukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari system perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan system non perangkat lunak lainnya. UML merupakan suatu kumpulan teknik terbaik yang telah terbukti sukses dalam memodelkan system yang besar dan kompleks. UML tidak hanya digunakan dalam proses pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.

AUDIT SISTEM INFORMASI

   1.     Sebutkan ciri-ciri kualitas suatu program atau sistem aplikasi komputer ?
Jawaban :
a.     Efektif : memenuhi kebutuhan user
b.     Efisien : dengan sumber daya tertentu dapat menghasilkan output informasi yang optimal
c.      Ekonomis : Biaya cukup seimbang dengan hasil yang dapat di manfaatkan.
d.     Sistem Komputerisasi yang dibangun dengan prosedur pengenmbangan sistem yang tepat.
e.      Sistem aplikasi komputer yang di lengkapi dengan dokumentasi.
f.       Sistem aplikasi komputer yang terdiri dari rangkaian kegiatan yang di lakukan secara manual / terprogram.

   2.     A.  Jelaskan mengapa diperlukan sistem pengendalian internal ?
Jawaban :
Sistem pengendalian di perlukan karena memberikan beberapa keuntungan bagi sebuah perusahaan yaitu :
a.     Dapat memperkecil kesalahan-kesalahan data akuntansi dan akan menghasilkan laporan yang benar.
b.     Melindungi atau membatasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan penggelapan.
c.      Menghasilkan pekerjaan yang efisien.
d.     Mendorong dipatuhinya kebijakan pimpinan.

B.  Jelaskan atau sebutkan alasan-alasan mengapa auditor perlu memahami Sistem Pengendalian  Klien ?
Jawaban :
Ø Untuk Memenuhi standar auditing khususnya standar pelaksanaan auditing (Pengawasan dan penelaahan yang melihat pada sistem pengendalian intern yang baik mampu melindungi terhadap kelemahan manusia dan mengurangi kemungkinan kesalahan atau ketidakberesan akan terjadi.)
Ø Untuk menentukan kemungkinan dilakukannya pemeriksaan.
Ø Untuk menentukan luasnya atau ruang lingkup audit atau menentukan bukti-bukti audit yang harus dikumpulkan
Ø Untuk membantu sebagai dasar rekomendasi (jika perlu) kepada manajemen untuk mengadakan perbaikan-perbaikan supaya SPI semakin sempurna.

   3.     Sebut & jelaskan hal-hal apa yang menjadi perhatian utama auditor sistem pada saat memeriksa kegiatan program development life cycle pada  fase perencanaan ?
Jawaban :
Pada tahap perencanaan ini penting sekali menilai aspek internal
kontrol, yang mana dapat memberikan masukan terhadap aspek resiko,
yang pada akhirnya akan menentukan luasnya pemeriksaan yang akan
terlihat pada audit program.
a.     Menyadari masalah Kebutuhan akan proyek , biasanya dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
b.     Mendefinisikan masalah Setelah manajer menyadari adanya masalah.
c.      Menentukan tujuan system Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai.\
d.     Mengidentifikasi kendala system Sistem baru dalam pengoperasiannya tidak bebas dari kendala.
e.      Membuat studi kelayakan Studi kelayakan adalah suatu tinjauan seklias pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
f.       Menyiapkan usulan penelitian system.
g.     Menyetujui atau menolak proyek penelitian Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan Γ  keputusan teruskan / hentikan.
h.     Menetapkan mekanisme pengendalian Sebelum penelitian sistem dimulai, menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya, dan kapan akan dilaksanakan. Bentuk dari usulan penelitian sistem secara umum mencakup :
1.Ikhtisar eksekutif
2. Pendahuluan
3. Tujuan dan kendala sistem
4. Berbagai alternatif sistem yang mungkin
5. Proyek penelitian sistem yang disarankan

   4.     Berikan contoh sistem informasi di suatu perusahaan dan jelaskan pengendalian internal yang harus ada supaya sistem informasi tersebut berjalan efektif & bagaimana kemungkinan terjadinya resiko dari implementasi sistem informasi tersebut ?
Jawaban :
Sebagai contoh perusahaan yang memiliki gudang persediaan barang jadi dimana di dalamnya telah diterapkan sistem pengendalian internal. Sistem pengendalian/ pengawasan internal persediaan barang jadi dapat berfungsi dengan efektif apabila terdapat struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang baik, praktek yang sehat dalam melakukan tugas dan fungsi-fungsi dalam organisasi, serta adanya suatu tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan tanggung jawabnya.
Risiko yang relevan terjadi proses pelaporan persediaan barang meliputi perubahan dalam lingkungan operasional organisasi, perubahan dalam karyawan, perubahan dalam sistem informasi, teknologi baru, perubahan industri besar, jalur produk baru.